Hari Kemerdekaan
Apa Merdeka mu?

ulangtahun kemerdekaan indonesia
Menggelitik banget pertanyaan ini untuk dijawab. Thanks to my cousin @absolutraia yang tiap hari mengisi kepala saya dengan hal-hal yang jauh dari iri dengki dan ngomongin orang (Kecuali ngomongin selebritis
)
Kalau ditanya, apa merdekamu? Buat saya…Merdeka itu bukan sekedar hanya sebuah istilah sederhana yang terdiri dari 7 huruf. Tapi merdeka buat saya itu menggambarkan sebuah mimpi. Mimpi untuk bisa bebas, bebas ngapain aja, bebas mau beli apa aja, dan berbagai macam bebas lainnya. Termasuk bebas dari segala hal jelek yang biasanya ada di dalam hati dan pikiran.
Naaah…kebetulan banget tahun ini hari kemerdekaan Indonesia jatuh di bulan puasa. Bulan penuh pahala dan pengampunan. Bagaimana jika kita hari ini bukan sekedar merayakan merah putih, sekedar merayakan dengan berdiri dan menghadiri upacara bendera? Bukan sekedar memproklamirkan kemerdekaan, kecintaan kepada bangsa? Tapi bagaimana kita bisa bebas merdeka untuk bermimpi dan bebas merdeka untuk bisa mengerahkan semua asa untuk mewujudkan mimpi itu.
Bangsa ini butuh banyak pemimpi yang bebas merdeka untuk menyuarakan mimpi mereka. Membuat mimpi mereka menjadi kenyataan.
Dirgahayu 65 tahun Indonesia Merdeka
Membuat Bisnis
Membuat Bisnis Menjadi Menyenangkan dan Terarah
Sudah 4 tahun saya menjalankan Bisnis dari Rumah. Rasanya hampir nggak pernah bosen deh ngerjainnya. Banyak banget yang bilang: “Ya iyalah mbak Sotya demen dandan, udah gitu sekolah Marketing juga, pantes aja bisa” trus ada lagi tuh yang bilang: “Apa nggak bosen tuh seharian di rumah, nguplek aja sama anak-anak” atau…”Ngerjain bisnis dari rumah sih enak, tapi gue nggak banget deh”

work at home mommies and wannabes
Apa pun alasannya…ya pasti ujung-ujungnya duit kan?? Hahahaha…saya juga ah. Ngerjain bisnis ngapain kalau bukan cari duit. Bedanya sama ngantoran adalah, kalau kita jadi pemilik bisnis, kita yang jadi bos-nya. Kita yang harus tahu mau kemana arah bisnis kita, kita nentuin mau gimana jalannya. Nggak bisa? Ahhh masak iya nggak bisa. Buat saya, yang penting cuma keMAUan aja kok.
Ngerjain bisnis ini, buat saya fun aja. Biar dikata orang: “Iiih loe tough banget ya Sotya ngerjain bisnis begituan?”…Jleb! Begituan? Emang apaan yang begituan eeuuyy. Ini bisnis penuh perhitungan dan adil. Siapa yang kerja dia yang dapat hasil. Enak banget secara saya nggak pusing lah ngatur besar gaji, naik gaji karyawan tiap tahun, bagi hasil, dan sebagainya. Semuanya udah dipikirin sama perusahaan.
Yang saya pikirin sekarang cuma gimana sih bisa buat semua tujuan bisnis saya bisa tercapai. Bisa dapetin hasil yang lebih banyak, dan lebih banyak orang dalam team saya yang ikutan maju, ikutan pinter. Caranya juga nggak aneh-aneh, semuanya dibikin FUN.
Prinsip pertama: Bisnis itu kudu FUN.

oriflame - tutup poin tetep happy!
Pencapaian
Pencapaian Senior Gold Director Oriflame Indonesia

Alhamdulillaaah…
Juli 2010 merupakan bulan kualifikasi terakhir untuk titel Senior Gold Director. Finally…awal Agustus 2010 recognisi jadi Senior Gold Director. Duuuh rasanyaaa…gimanaa gitu deh…
Pertama-tama tanggal 4 agustus 2010 di LC Meeting di-recognisi, tentu saja bersama Mr. Ted Boman

Trus habis itu diminta testimoni soal My First Oriflame Gold Conference di Stockholm Juli 2010 kemarin. Hrrh rada gemetar juga ngomong di panggung LC kali ini, entah kenapa. Pengaruh obat yang saya minum juga kali ya…(karena emang lagi teler flu berat ;-0)
Sebelum testimoni di panggung BOP BOSS Family, sempet lihat kalender di HP. Iiih ternyata yah 4 tahun yang lalu, tanggal 7 Agustus 2006 itu, saat pertama saya tuh ketemuan sama Mbak Meuthia. Ketemuannya saat jam makan siang, yang saya bener-bener nggak “mandang” soal MLM sebelumnya. Tapi ternyata setelah dengerin penjelasan Mba Meuthia, hmm…yang ada di pikiran saya cuma: “Saya bisa dan saya mau coba”
Terbukti, ketika saya mulai mencoba, dan saya mulai serius, ternyata bisa banget jalanin bisnis ini sampai akhirnya membawa saya ke posisi saat ini. Dulu kayaknya di awang-awang banget, bisa dapetin 8 digit sebulan dari rumah. Sekarang…Alhamdulillah bisa jadi kenyataan. Kalau nggak mau nyoba, mungkin sampai sekarang saya masih 10P: Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-pasan Potong Pajak Pula
hihihi…kalo kata donlen-donlen saya, “Haduuh hasil kerja 4 tahun lebih gede daripada aku ngantor 10 tahun ya mbak. Yai iyalaah…
Yang masih banyak alesan, yang masih mencibir…saya nggak peduli. Saya cuma kerja sama yang MAU aja kok. Kalo nggak mau, ya udah, saya sih orangnya nggak maksa.
Duuuh kebayang deh perjalanan Paris di 2011 udah dapet 2 tiket, siapa yang nggak ngejar?
Siap-siap naik panggung lagi di awal September…soalnya udah bulan terakhir kualifikasi Sapphire.
Yang mau saya coach untuk bisa berhasil..yuuuk buruan ke sini yaa…
My first Gold Conference from Oriflame
Jalan-jalan ke luar negeri bayar sendiri…hmmm biasa!
Jalan-jalan ke Eropa bayar sendiri…luar biasa tapi saya nggak mau! ![]()
Jalan-jalan ke Eropa, gratis, full service, gak pake pusing urus visa, asuransi, tinggal bawa koper, kasih paspor…itu baru luar biasa!
Beneran geleng-geleng kepala pas mau berangkat ke Stockholm.
Pesawat berangkat jam 19.00, jam 16.00 udah harus di Airport, kirain bakal suruh cek in, ngisi form departure, bayar airport tax bla bla bla yang suka bikin ribet dan kudu nyiapin bolpen. Ternyataaa…sampe di Airport cuma suruh nyerahin koper, trus dituker pake sebungkus dokumen, siap tinggal boarding. Duduknya juga udah diatur, sesuai sama temen sekamar. Duileeeh…enak beneerrr…gak kepake deh tu bolpen buat ngisi form imigrasi, lha wong tinggal setor koper doang ![]()

Di Stockholm, juga udah gak berasa capek. Walau harus ngerasain perjalanan hampir 24 jam dengan posisi tidur sambil duduk…nyampe disana udah siap tuh kamar, tinggal masuk aja.
Makan dijamin sesuai lidah, karena semua menu dibuat Asian Menu yang sesuai dengan lidah orang Asia kayak kita gini
Acara semua dibuat spesial, diajak jalan-jalan, dan dikasih kartu gratis untuk seharian gratis keliling kota stockholm naik aneka angkutan dan masuk ke 80 atraksi di kota Stockholm. Huu seharian gak cukuuuupp…
Gak cuma itu, kita juga dikasih aneka ilmu buat mengembangkan jaringan, sampai bisa juga sharing dengan Leader nomor 2 Asia dari Iran. Belum lagi aneka info Oriflame yang belum tentu semua orang bisa dapet, karena menyangkut aneka strategi ke depan. hiiii gile gilee…
Beneran perjalanan ini bener-bener perjalanan paling spesial. Stockholm kota yang cantik dan nyamaaan banget. Udaranya juga enak. Apalagi segala servisnya dari COnference Team Oriflame. Mantaaab! Judulnya aja: “The Best Gold COnference Ever” dan beneran…I had the best COnference EVER!
Nggak rugi deh ngejar kualifikasi perjalanan Stockholm ini.
Sekaraaang saatnya saya ngejar 2 tiket untuk ke PARIS 2011 dan ke RIO DE JANEIRO.
Yang masih nggak percaya? ke Ancol aja deh liburannya yaaa
Review Buku: “Perahu Kertas” by Dee Lestari

Udah lama kayaknya sejak review buku terakhir yah..hehehe…beneran nggak banyak waktu buat baca buku. Well, sebenernya sih abis menyelesaikan baca beberapa buku, tapi yah review-nya yang nggak dimulai-mulai.
Biar kata udah lama buku ini terbit, tapi saya baru sempat baca belakangan ini. Yah, nggak usah dikasih tahu alasannya, tapi yang jelas, buku ini rekor tercepat saya dalam baca novel: selesai dalam waktu 1 hari! Karena lagi males pegang laptop, trus my (not so smart) phone juga lagi bolot banget…dan wi-fi nggak bersahabat…ya menghabiskan weekend bersama krucil yang lagi anteng..paling enak menghabiskan satu buku.
Buku ini sebenernya berbau romantis, seperti kesenangan saya baca chicklit. Soal romannya seperti apa, bisa deh dicari di internet gimana ulasannya. Tapi satu hal yang saya serap dari buku ini, adalah pesan bagaimana seseorang itu harus berani untuk terus memegang mimpi-nya.
Kugy dan Keenan, tokoh utama buku ini, digambarkan sebagai dua orang yang memiliki mimpi yang dianggap “berbeda” oleh orang di sekelilingnya. Yang satu mau jadi pendongen, dan yang satu lagi mau jadi pelukis. Aneh? Nggak juga. Tapi mereka dianggap “haduh mana bisa pendongeng jadi profesi” dan “Mana bisa pelukis bisa jadi mata pencaharian?”
Yah, nggak semudah itu mereka mewujudkan mimpi mereka. Banyak belokan yang harus ditempuh. Seperti kata mereka,”Untuk meraih mimpi kita, kadang kita harus menempuh jalan lain dulu, untuk bisa kemudian mewujudkan mimpi kita” (bukan kata-kata sebenernya, hihihi, agak lupa, tapi yah kira2 begitu deh)
Akhirnya…mereka berhasil juga tuh jadi pelukis, dan pendongeng. Walaupun harus berputa-putar menempuh segala hal yang mereka nggak suka. Tapi, karena mereka yakin, mereka bisa mewujudkan mimpi mereka. Happy ending.
So…moral of the story: Peganglah mimpi anda, Jangan pedulikan apa kata orang, teruslah berusaha dan yakin bahwa suatu saat, kita bisa mewujudkan mimpi kita itu.
Perjalanan Meraih Mimpiku
Kembali diuji nih ke-narsis-an saya, hehehe…
Diminta testimoni di acara LC Meeting/OOM nya Oriflame. Bedanya…kali ini nggak Cuma di hadapan 100 orang, tapi di hadapan 1000 orang. Gubrak! Sempet nggak pede, tapi setelah tahu materi testimoni-nya, Bismillah…bisa deh. Agak sangsi mau ngomong apa, secara waktunya “Cuma” 10 menit, huehehehehe…
Judulnya kali ini Perjalanan Meraih Mimpiku…
Intinya siih, gimana bisa jadi saya yang sekarang ini: Kerja di rumah, ngurus anak, dan berpenghasilan 8 digit setiap bulannya. Nggak pake dimarahin boss, bebas ngatur waktu, nggak kena macet tiap hari. Bener-bener perwujudan impian saya tahun 2000 silam: Bekerja untuk diri sendiri.
Bermula dari sekedar mimpi, buat bisa kerja di rumah nggak pake- macet-macetan. Sempat dibilang “Nggak mungkin” dan “Omong Kosong”, saya tetap memantapkan diri untuk meraih impian itu. Dengan berani saya menyebutkan impian saya itu, dan memulai mengambil tindakan yang semuanya mengarah ke perwujudan mimpi.
Mengambil kesempatan yang ada di depan mata, trus belajar deh biar gimana bisa menggunakan kesempatan itu sebagai kendaraan untuk mewujudkan mimpi saya. Abis belajar…lanjut dengan action action action!
Duh, beneran nggak berasa ngomong 10 menit di depan, sampe harus di-cut. Tapi saya belajar hal besar hari ini: Berhasil mengalahkan kekhawatiran saya untuk ngomong di depan ribuan orang, hihihihi…






